Hujan di Palangkaraya

Bencana kebakaran hutan thn 2015 waktu ini telah nyaris mencapai ujungnya. Pasalnya Tubuh Meteorologi, Klimatologi, & Geofisika telah memberikan simpulan bahwa periode penghujan di akhir thn 2015 telah mulai sejak menampakkan tanda-tandanya. Kalau hujan deras datang, bencana kebakaran hutan yg diikuti oleh kabut asap pekat pula perlahan dapat menghilang.

Tetapi biarpun periode hujan telah datang menjelang, Pemerintah dianggap tidak boleh demikian saja menghentikan operasi pemadaman kebakaran hutan. Kenapa begitu? Berikut alasannya;

Kenyataannya biarpun periode hujan telah datang perlahan di awal Nopember 2015, titik-titik api yg berkobar di ruangan hutan konsesi lebih kurang Jambi, Sumatera Selatan, & Riau masihlah masihlah tidak sedikit. Asap yg ditimbulkannya juga tidak menghilang demikian saja. Hujan di awal masa penghujan ini rata-rata sifatnya cuma sebatas hujan deras tapi dgn intensitas singkat. Ciri khas hujan di periode peralihan antara periode kemarau ke periode penghujan.

Intinya ialah sebelum hujan lebat betul-betul turun di akhir th 2015 kelak, pemerintah melalui Tubuh Nasional Penanggulangan Bencana, Tubuh Penanggulangan Bencana Daerah & Pemerintah Daerah tidak dapat demikian saja hentikan operasi darurat asap.

Dilaporkan oleh Jawa Pos, awal bln Nopember 2015 benar-benar jadi permulaan baik bagi jutaan penduduk terdampak bencana darurat asap di Sumatera & Kalimantan. Telah nyaris seminggu ini, tiap-tiap harinya hujan dalam intensitas sedang sampai deras sejak mulai membasahi tanah Sumatera & Kalimantan.

Keadaan yg paling terasa dari pulihnya Indonesia dari bencana darurat asap ialah informasi dari visitor rumah singgah & pos kesehatan yg telah menurun tajam. Padahal telah lebih dari dua bln terakhir di September sampai Oktober 2015 rumah singgah lokasi penampungan balita & anak-anak dari resiko jelek asap senantiasa penuh. Begitupun dgn pos kesehatan, tidak henti-hentinya warga korban asap senantiasa datang meminta obat-obatan sakit infeksi saluran pernapasan sampai pertolongan tabung oksigen.

Membaiknya keadaan darurat asap ini pula merata di Sumatera & Kalimantan. Dikutip dari Jawa Pos, sampai Senin sore (2/11) pantauan dari Satelit Terra Aqua, jumlah titik panas yg terdeteksi di hutan Indonesia tampak menurun drastis. Dari kebanyakan berjumlah ribuan titik, waktu ini cuma kira kira beberapa ratus.

Rinciannya yang merupakan berikut; 188 titik api tetap terdeteksi, 171 ada di pulau Sumatera, & 17 sisanya ada di Kalimantan.

Bengkulu tetap ada 2 titik, Jambi ada 4 titik, Bangka Belitung 26 titik, Kepulauan Riau 1 titik, Lampung 17 titik, Riau 2 titik, Sumatera Selatan 119 titik, Kalimantan Barat 3 titik, Kalimantan Selatan 10 titik, Kalimantan Tengah 2 titik, & Kalimantan Timur 2 titik. (cal)

img : beritakalimantan

Sumber