Kerusakan-hutan-indonesia

Bencana asap & kebakaran hutan mengepung pekat 6 propinsi di Indonesia di akhir th 2015 ini. Ketahuan bahwa asap datangnya dari hutan, bara api yg membakar sekam gambut merupakan pemicu mutlak dari derita asap.

Bencana asap memang lah mengambil efek jelek yg teramat nyata dirasakan jutaan penduduk terdampak asap. Tidak cuma menyesakkan pernapasan & mengambil penyakit, tetapi pun mengguncangkan keadaan perekonomian di tingkat provinisi. Transportasi hawa mati, ekonomi jalan ditempat.

Api perlahan membakar ruangan kawasan hutan di perkebunan sawit seputar Propinsi Jambi & Riau. Pembukaan hutan & lahan gambut secara dibakar utk kebutuhan entrepreneur perkebunan sawit yaitu penyebab mutlak dari bencana kabut asap yg berbahaya. Th ini Indonesia semakin dikenal dunia bersama julukan : negeri pengekspor asap. Ironis.

Tapi nyatanya bila dipahami makin jauh, bencana asap tidak selamanya mengambil informasi tidak baik. Pasca info berkenaan derita asap ini menyeruak ke permukaan. Hasilnya makin tidak sedikit warga Indonesia yg peka & hasilnya mendalami bagaimanakah keadaan pula efek yg ditimbulkan dari rusaknya hutan Indonesia.

Gimana sesungguhnya keadaan hutan Indonesia hri ini?

Kawasan hutan Indonesia lenyap 40 prosen, sisanya rusak & mengalami pembakaran lahan
Fakta ini dlansir oleh page National Geographic, menurut Utusan Husus Presiden utk Pengendalian Perubahan Iklim, Rachmat Witoelar, Indonesia tengah menghadapi deforestasi & kerusakan hutan yg amat sangat parah. Bayangkan saja bahwa dalam sekian banyak dekade terakhir, kawasan hutan Indonesia telah hilang 40 prosen terhadap wilayah hutan resmi di kawasan larangan pembukaan lahan. Ironisnya, lahan hutan yg hilang itu ada di wilayah lahan hutan yg dilarang utk diutak-atik. Seperti hutan nasional, hutan lindung, & bahkan wilayah hutan yg tengah dilindungi oleh moratorium hutan Indonesia.

Hutan Indonesia habis dikarenakan keserakahan para tersangka pembisnis perkebunan
Fakta ke-2 ini juga nyata berjalan & dapat dibuktikan serta-merta dgn menonton betapa masifnya ekspansi pembisnis perkebunan yg memberangus lahan hutan di Indonesia utk dijadikan perkebunan kelapa sawit sumber mutlak dari kepentingan pokok minyak goreng. Seperti yg berjalan kepada kasus kebakaran hutan Indonesia th 2015 ini, Tubuh Nasional Penanggulangan Bencana telah menegaskan bahwa th 2015 ini bencana asap bukan disebabkan oleh kebakaran hutan, namun tepatnya pembakaran hutan. Masifnya deforestasi atau penggundulan hutan Indonesia diprediksi berlangsung lantaran kurangnya ketegasan pula pengawasan dari pemerintah. (cal)

Sumber